Category Archives: Ubuntu Server

[Lab 7] : KONFIGURASI FIREWALL – Ubuntu Server

Setelah kita mempelajari pengertian dan cara kerja dari Firewall Server itu sendiri melalui artikel Pengertian Firewall Server. Sekarang kita akan mengetahui bagaimana cara melakukan konfigurasi Firewall Server tersebut. Berikut konfigurasinya :

Pada kesempatan kali ini kita akan melakukan beberapa konfigurasi untuk memblokir paket-paket data, diantaranya :

1. Blokir paker data yang masuk
2. Blokir paket data yang keluar
3. Blokir paket data dari port protocol
4. Allow paket data dari port protocol

Blokir Paket Data yang Masuk

Konfigurasi ini berguna untuk memfilter paket data yang masuk kedalam jaringan/server. Jadi dengan ini ip address/subnet/interface yang diblikir tidak akan bisa melakukan komunikasi terhadap jaringan/server yang ada.

a) Blok ip address yang masuk


b) Blok Subnet yang masuk


c) Blok Interface yang masuk


Hasil dari konfigurasi di atas :


Dari computer client, si client tidak bisa melakukan ping menuju server.


Blokir Paket Data yang Keluar
Konfigurasi ini berguna untuk memfilter paket data yang keluar dari dalam jaringan/server yang kita miliki.

a) Blokir Ip yang akan keluar


b) Blokir Subnet yang akan keluar


c) Blokir interface yang akan keluar


Hasil dari konfigurasi di atas :


Server tidak bisa melakukan komunikasi terhadap computer client

Blokir Paket Data dari Port Protokol Tertentu

pada pembahasan ini, kita akan mengkonfigurasikan memfilter paket data dengan menggunakan port protocol tertentu. Sebelum itu ada baiknya kita mengatahui nama dan nomor port protocol apa saja yang sering digunakan, berikut nama dan nomor portnya :

- FTP (21)
- SSH (22)
- Telnet (23)
- SMTP (25)
- DNS (53)
- TFTP (69)
- HTTP (80)
- POP3 (110)
- IMAP (143)
- HTTPS (443)

Untuk contoh, saya akan melakukan pemblokiran terhadap paket HTTP supaya tidak bisa di akses, berikut contohnya :

1. Blok port yang masuk


2. Blok subnet


Hasil dari konfigurasi diatas :


Terlihat diatas computer client tidak bisa mengakses website www.snsd.com.

Allow Paket Data dari Port Protokol Tertentu

Setalah diatas kita mengkonfigurasikan supaya tidak bisa mengakses port HTTP. Sekarang kita akan mencoba mengkonfigurasi supaya hanya ip address dan interface tertentu saja yang bisa mengakses port HTTP.

1. Allow ip address


2. Allow interface


Hasil dari konfigurasi di atas :


Computer client sudah bisa mengakses website www.snsd.com

Menghapus Konfigurasi Firewall 

Untuk menghapus konfigurasi diatas, bisa menggunakan perintah berikut :


Menyimpan Konfigurasi Firewall

Salah satu kelemahan iptables adalah ketika computer/server dimatikan/direstart maka semua konfigurasi yang telah ktra buat akan hilang semua. Tentu ini akan membuat kita bekerja 2 kali untuk mengkonfigurasi firewall. Untuk menyimpan konfigurasi supaya tidak hilang bisa menggunakan perintah berikut :



[Lab 6] : KONFIGURASI PROXY SERVER – Ubuntu Server

Setelah kita mempelajari pengertian dan cara kerja dari PROXY Server itu sendiri melalui artikel Pengertian Proxy Server. Sekarang kita akan mengetahui bagaimana cara melakukan konfigurasi PROXY Server tersebut. Berikut konfigurasinya :

Instalasi Proxy Server

Aplikasi yang sering digunakan untuk membuat proxy server adalah squid, untuk menginstallnya pada terminal ketikan perintah berikut :


Konfigurasi Proxy Server

Ada beberapa file yang akan kita edit, yaitu :

/etc/squid3/squid.conf
/etc/squid3/url  merupakan file buatan untuk menaruh website yang akan di blokir
/etc/squid3/key  merupakan file buatan untuk menaruh keyword yang akan di blokir

Konfigurasi File squid.conf

Pertama kita akan mengkonfigurasi file squid.conf terlebih dahulu, pada terminal ketikan perintah berikut :
nano /etc/squid3/squid.conf
maka akan muncul tampilan berikut :


Setelah terbuka cari kata “http_port 3128” dengan menggunakan ctrl+w, dan kemudian edit hingga menjadi seperti berikut :


Kemudian cari lagi kata “acl CONNECT” dan tambahkan script berikut tepat dibawah nya :


Lalu save file squid.conf

Konfigurasi File url dan File key

Setelah kita mengedit file squid.conf nya, sekarang kita akan membuat file dengan nama url dan key. File tersebut berfungsi untuk menaruh web-web apa saja yang akan kita blokir dan keyword apa saja yang akan kita blokir. berikut contohnya :


Isikan nama website yang akan di blokir


Lalu save file url


Masukan kata kunci yang akan di blokir


Lalu save file key


Konfigurasi IPTABLES

Kita akan mengkonfigurasi sedikit iptables untuk meng redirect dari port 80 ke port 3128, berikut contohnya :



Setelah semua file kita edit sekarang restart paket squidnya
/etc/init.d/squid3 restart

Pengujian di Komputer Client

Kita akan melakukan pengujian di computer client, proxy server akan menjadi transparent apabila ada koneksi ke internet. Apabila tidak ada seperti kita melakukannya pada ruang lingkup LAN maka kita akan menggunakan manual proxy.

Pertama kita akan melakukan setting proxy terlebih dahulu di browser, disini saya menggunakan browser Mozilla firefox, berikut contohnya :
1. Tools  options  advance  network  settings
2. Edit seperti gambar di bawah ini :


3. Setalah itu OK

Apabila berhasil maka apabila kalian mengetikan nama website atau kata kunci yang kalian blokir di url browser maka akan muncul tampilan seperti ini :



[Lab 5] : KONFIGURASI MAIL SERVER – Ubuntu Server

Setelah kita mempelajari pengertian dan cara kerja dari MAIL Server itu sendiri melalui artikel Pengertian MAIL Server. Sekarang kita akan mengetahui bagaimana cara melakukan konfigurasi MAIL Server tersebut. Berikut konfigurasinya :

Instalasi Mail Server 

Pada terminal ketikan perintah berikut :


kemudian akan muncul pop up, untuk mengisinya silahkan ikuti contoh berikut :

- General Type of Mail Configuration : internet site
- System Mail Name : snsd.com

Lalun tunggu sampai selesai.

Konfigurasi Mail Server

Untuk mengkonfigurasi mail server ada beberapa file yang akan kita konfigurasi, berikut filenya:

- /etc/apache2/apache2.conf
- /etc/squirrelmail/apache.conf
- /etc/postfix/main.cf

Pertaman-tama kita akan mengkonfigurasi file apache2.conf, berikut contohnya :

nano /etc/apache2/apache2.conf

kemudian akan muncul isis dari file apache2.conf. isikan script berikut dibagian paling bawah isi file :

Include /etc/squirrelmail/apache.conf

Sehingga menjadi seperti ini :


Setelah itu save file tsb.

Setelah kita selesai mengkonfigurasi file apache2.conf, sekarang kita akan mengkonfigurasi file apache.conf yang berada pada direktori squirrelmail dengan perintah berikut :

nano /etc/squirrelmail/apache.conf

lalu akan muncul isi file dari apache.conf. ubahlah script yang mempunyai tag “<virtualhost></virtualhost>” menjadi seperti berikut :


Save file tsb.

Langkah selanjutnya adalah membuat file untuk mailbox untuk user, jadi apabila seseorang user mendapatkan sebuah email, maka email tersebut akan tertampung di file tersebut. Berikut perintahnya :

maildirmake /etc/skel/Maildir

setelah membuat file untuk menampung email masuk, sekarang kita akan membuat user akun email yang nantinya bisa dipakai dalam web mail. Berikut perintahnya :

adduser nama_user

isikan password dan nama lengkap user tersebut.

Jika sudah sekarang kita akan mengrekonfigurasi paket postfix yang ada dengan perintah :
dpkg-reconfigure postfix

beberapa saat kemudian akan muncul pop up, untuk menanyakan beberapa settingan untuk mail server, berikut contohnya :


Setelah di OK, pilih internet site pada pilihan selanjutnya


Lalu isikan nama domain mail server kalian seperti berikut


untuk root and postmaster kosongkan saja, lalu ok. Kemudian di popup selanjutnya isikan seperti berikut


untuk mail queue pilih saja no, dan pada selanjutnya isikan bagian depan dengan alamat network yang kita punya, seperti berikut


Lalu untuk mailbox size dan local address kosongkan saja atau ok saja. Dan untuk internet protocol pilih yang ipv4, seperti berikut


Setalah kita mengrekonfigurasi paket postfixnya, selanjutnya kita akan mengkonfigurasi file main.cf yang berada di direktori postfix, pada terminal ketikan perintah berikut :

nano /etc/postfix/main.cf

maka akan muncul tampilan seperti berikut :


Dibagian bawah isi file main.cf isikan script berikut :

home_mailbox = Maildir/
itu digunakan sebagai tempat penampungan apabila ada mailbox yang masuk.
Setelah selesai save file tersebut dan sekarang restart paket postfix, courier-pop, dan courier-imap

/etc/init.d/postfix restart
/etc/init.d/courier-pop restart
/etc/init.d/courier-imap restart


Pengujian Mail Server di Client

Buka browser kalian dan coba ketikan nama domain untuk mail server kalian, apabila berhasil akan muncul tampilan seperti berikut :


Cobalah login dengan username dan password yang tadi telah kita buat. Kemudian coba kirim email satu sama lain. Apabila berhasil berarti konfigurasi mail server berjalan dengan semestinya. Selamat 








[Lab 4] : KONFIGURASI WEB SERVER – Ubuntu Server

Setelah kita mempelajari pengertian dan cara kerja dari WEB Server itu sendiri melalui artikel Pengertian WEB Server. Sekarang kita akan mengetahui bagaimana cara melakukan konfigurasi WEB Server tersebut. Berikut konfigurasinya :

Instalasi Web Server

Pertama-tama kita akan menginstall paket apa saja yang dibutuhkan untuk membuat web server, berikut contohnya :


Setelah proses instalasi selesai. Sekarang kita akan mengkonfigurasi web server tersebut.

Konfigurasi Web Server

Untuk mengkonfigurasi web server ada beberapa file yang akan kita konfigurasi, yaitu :
1. /etc/apache2/sites-enabled/default
2. /var/www
Pertama kita akan mengkonfigurasi file /etc/apache2/sites-enabled/default, berikut contohnya :


Pada gambar tersebut terlihat bahwa file default sedang di salin dengan nama file lain yaitu file web. Kenapa disalin ulang, untuk tidak menghilangkan konfigurasi bawaan pada saat instalasi. Setalah disalin kita akan konfigurasi file web tersebut. berikut contohnya :

Pada terminal ketikan :
Nano web
Maka akan muncul tampilan isi dari file web tadi.


Kemudian edit beberapa baris menjadi seperti berikut :


Setelah diedit silahkan save file tersebut
Ctrl+x  Y  enter

Kemudian setelah kita selesai mengkonfigurasi file web di /etc/apache2/sites-enabled/. Sekarang kita akan mengkonfigurasi di /var/www/, berikut contohnya


Sekarang kita akan mengkonfigurasikan file index.html yang berada di direktori web, pada terminal ketikan perintah berikut :
nano index.html
maka akan muncul tampilan seperti berikut :


Kemudian edit isinya sesuai dengan desain anda, edit dengan bahasa pemrograman HTML. Berikut contoh yang saya buat :


Kemudian save file tersebut dengan cara yang sama.

Setelah kita mengkonfigurasi file di atas kita perlu merestart paket apache2 supaya apa yang sudah kita setting tadi bisa berjalan.
/etc/init.d/apache2 restart

Pengetesan Web Server di Client

Buka browser kalian, kemudian ketikan nama web yang tadi kalian isi di file /etc/apache2/sites-enabled/web. Berikut contohnya :


Apabila tampilan web kalian seperti diatas dan tidak ada error, berarti konfigurasi kalian telah berhasil. Selamat 

[Lab 3] : KONFIGURASI FTP SERVER – Ubuntu Server

Setelah kita mempelajari pengertian dan cara kerja dari FTP Server itu sendiri melalui artikel Pengertian FTP Server. Sekarang kita akan mengetahui bagaimana cara melakukan konfigurasi FTP Server tersebut. Berikut konfigurasinya :

Instalasi FTP Server

Pertama-tama kita harus menginstall software untuk ftp servernya. Disini saya menggunakan proftpd. Untuk menginstallnya ketikan perintah berikut di terminal :



Tunggu hingga proses instalasi selesai. Apabila ada jendela yang muncul pilih saja standalone.

Konfigurasi FTP Server

Disini kita akan mengkonfigurasi 2 jenis FTP, yaitu
1. Anonymous FTP
2. Private FTP

Sebelum mengkonfigurasi FTP server ada beberapa file yang akan kita konfig, yaitu :
1. /etc/proftpd/proftpd.conf
2. /home/ftp  merupakan tempat dimana file/data disimpan untuk private ftp
3. /srv/file  merupakan tempat dimana file/data disimpan untuk anonymous ftp

Konfigurasi Private FTP Server

Pada terminal ketikan perintah berikut :
nano /etc/proftpd/proftpd.conf
kemudian akan muncul isi file dari proftpd.conf seperti berikut :


Selanjutnya kita edit beberapa settingan yang ada, seperti
- UseIpv6 on  off
- ServerName “debian”  “nama_server_name_ftp_anda”
- Aktifkan DefaultRoot dan isikan tempat untuk menaruh file/data. Karena kita tadi sudah sepakat membuatnya di /home/ftp maka tuliskan itu di defaultroot

Berikut contohnya :



Setelah itu save dengan cara yang sama

Kemudian kita akan membuat file yaitu /home/ftp, pada terminal ketikan perintah berikut :
mkdir /home/ftp

setelah itu kita masuk kedalam direkroti /home/ftp, kita akan membuat beberapa folder dan file didalam direktori tersebut, berikut contohnya :


Kalau sudah semuanya, sekarang kita restart paket proftpdnya dengan perintah :
/etc/init.d/proftpd restart

Pengecekan Konfigurasi Private FTP di Client

Untuk settingan IP pada client tidak berubah masih sama dengan sewaktu kita mengkonfigurasi DNS.
Langsung saja kita buka browsernya dan ketikan server name ftp di url, berikut contohnya :


Kemudian enter untuk melakukan request ke ftp server. Pada saat request pasti kalian akan diminta untuk memasukan user dan password. Untuk mengisi form tersebut isikan saja user dan pass sewaktu kalian login di Ubuntu server.


Selanjutkan tekan OK, lalu akan muncul tampilan seperti berikut :


Apabila tampilan kalian muncul seperti itu berarti konfigurasi kalian telah berhasil. Selamat 

Konfigurasi Anonymous FTP Server

Setelah kita membuat Private FTP server, sekarang kita akan membuat anonymous ftp server. Buka kembali file /etc/proftpd/proftpd.conf dengan menulisnya di terminal.
nano /etc/proftpd/proftpd.conf

setalah terbuka, cari tulisan “# <Anonymous ~Ftp>” seperti berikut :


Kemudian hapus tanda pagar pada <Anonymous ~Ftp> hingga </Anonymous>, berikut contohnya :




Setelah itu kita non aktifkan DefaultRoot yang sebelumnya sudah di aktifkan



Lalu save dan restart file dan paket proftpdnya
Ctrl+x  y  enter dan /etc/init.d/proftpd restart

Sekarang kita akan menuju direktori /srv/ftp untuk mengisi file atau data, berikut contohnya


Pengecekan Anonymous FTP Server di Client

Buka browser lalu ketikan nama server ftp di url, kemudian enter. Maka akan muncul isi direktori dari /srv/ftp, seperti beritkut :


Apabila tampilan browser kalian seperti gambar diatas berarti konfigurasi kalian telah berhasil. Selamat 

[Lab 2] : KONFIGURASI DNS SERVER – Ubuntu Server

Setelah kita mempelajari pengertian dan cara kerja dari DNS Server itu sendiri melalui artikel Pengertian DNS Server. Sekarang kita akan mengetahui bagaimana cara melakukan konfigurasi DNS Server tersebut. Berikut konfigurasinya :

Konfigurasi DNS Server di Ubuntu Server

Pertama kita install terlebih dahulu aplikasi yang akan kita gunakan untuk mengkonfigurasi DNS server. Disini kita akan menggunakan aplikasi bernama BIND9, berikut cara instalasinya :


Setalah proses instalasi selesai kita akan mengkonfigurasi beberapa file, yaitu :

1.    /etc/network/interfaces
2.    /etc/resolv.conf
3.    /etc/bind/named.conf.options
4.    /etc/bind/named.conf.local
5.    /etc/bind/nama_domain.zone
6.    /etc/bind/nama_domain.rev



Konfigurasi /etc/network/interfaces

Pada terminal ketikan :
nano /etc/network/interfaces
maka akan muncul tampilan seperti berikut :


Kemudian masukan IP address, Netmask, Gateway, dan dns-nameserver, berikut contohnya :


Selanjutnya save dengan menekan tombol :
Ctrl+x  y  enter


Konfigurasi /etc/resolv.conf

Pada terminal ketikan :
nano /etc/resolv.conf
maka akan muncul tampilan seperti berikut : 


Kemudian isikan nama domain dan alamat dns-nameserver, berikut contohnya :


Selanjutnya save dan restart dengan menekan tombol :
Ctrl+x  y  enter
# /etc/init.d/networking restart

Konfigurasi /etc/bind/named.conf.options

Pada terminal ketikan :
nano /etc/bind/named.conf.options
maka akan muncul tampilan seperti berikut :


ubah forwaders menjadi aktif, dan ubah juga 0.0.0.0 menjadi alamt IP dns-nameserver. Berikut contohnya :


Kemudian save dengan menekan tombol :
Ctrl+x  y  enter

Konfigurasi /etc/bind/named.conf.local

Pada terminal ketikan :
nano /etc/bind/named.conf.local
maka akan muncul tampilan seperti berikut :


Kemudian masukan zone domain dan zone ip address dns-nameservernya, berikut contohnya :


Kemudian save dengan cara yang sama.
Penjelasan script masing-masing zone :

Zone “snsd.com” {
Type master;
File “/etc/bind/snsd.zone”;
};

Script diatas digunakan untuk memetakan alamat domain ke alamat IP. Disana ditulis nama domain (snsd.com) yang akan di petakan dengan file nama_domain.zone (snsd.zone). file .zone digunakan untuk memetakan alamat domain ke alamat IP.

Zone “1.168.192.in-addr.arpa” {
Type master;
File “/etc/bind/snsd.rev”;
};

Script diatas digunakan untuk memetakan alamat IP ke alamat domain. Disana ditulis alamat IP/network address (1.168.192) yang akan di petakan dengan file nama_domain.rev (snsd.rev). file .rev digunakan untuk memetakan alamat IP ke alamat domain.

Membuat File .zone dan File .rev

Pertama-tama kita pindah direktori bind dengan mengetikan :
cd /etc/bind
maka tampilan terminal kita akan berubah ke direktori bind, kemdian copy file db.local menjadi file .zone dan file .rev, berikut contohnya :


Konfigurasi file .zone

Pada terminal ketikan :
nano snsd.zone
maka akan muncul tampilan seperti berikut :


Kemdian ubah “localhost” menjadi nama domain kita, dan ubah tatanan IN menjadi seperti berikut :


Kemudian save dengan cara yang sama.
Keterangan :

IN        = artinya adalah internet
A        = artinya adalah address
CNAME    = artinya adalah nama alias/canonical name

Konfigurasi file .rev

Pada terminal ketikan :
nano snsd.rev
maka akan muncul tampilan seperti berikut :


Sama seperti pada saat konfigurasi file .zone yaitu ubah “localhost” menjadi nama domain dan ubah tatanan komponen IN, berikut contohnya :


Kemudian save dengan cara yang sama. Selanjutnya restart pake bind9 dengan pertintah :
/etc/init.d/bind9 restart

Pengujian Konfigurasi DNS

Untuk mengetahui apakah konfigurasi DNS yang kita buat sudah berhasil atau belum, kita bisa menggunakan perintah nslookup ke alamat domain yang kita buat, berikut contohnya :


Pengujian Konfigurasi DNS di Komputer Client

Pertama-tama kita setting dahulu IP address yang ada di computer client, seperti berikut :


Untuk gateway dan DNS isikan dengan alamat IP dari server Ubuntu yang telah kita buat sebelumnya. Kemudian buka browser dan ketikan nama domain yang telah kita buat, berikut contohnya :


Selamat konfigurasi DNS telah berhasil. Sekarang coba ketikan sub domain, seperti www.snsd.com, mail.snsd.com, ftp.snsd.com. Apabila muncul tulisan it works maka konfigurasi DNS berjalan dengan semestinya.

[Lab 1] : INSTALASI UBUNTU SERVER

Perkenalan
   
 
Ubuntu server merupakan salah satu Operating System untuk server yang sangat familiar dikalangan masyarakat. Banyak instansi, kantor, kampus, dan sekolah menggunakan Ubuntu sebagai OS untuk server. Banyak versi yang sudah di keluarkan ubuntu untuk edisi server, dan edisi yang terbaru adalah Ubuntu Server 13.10.
    
Sekarang saya akan memberi tahu bagaimana cara menginstall ubuntu server. Disini saya menggunakan ubuntu server edisi 12.10. tetapi untuk versi lebih barunya untuk proses instalasinya sama saja.
Hardware 
-    Processor : 300 MHz
-    RAM        : 128 MB
-    Hard Drive : 1 GB
-    Monitor : 640 x 480
Instalasi
 
-    Masukan CD Ubuntu server kedalam cd-room. Lakukan booting hingga muncul tampilan seperti di bawah ini. Kita akan diminta untuk memilih bahasa disini saya memilih bahasa inggris.


-    Setelah kita memilih bahasa akan muncul tampilan berikutnya seperti dibawah ini. Untuk melanjutkannya proses instalasi kita pilih install ubuntu server.


-    Setelah memilih proses instalasi kita akan disuruh memilih bahasa kembali. Pilih saja sesuai keinginan kalian. 


-    Setelah memilih bahasa kita akan diminta untuk memilih lokasi keberadaan server. Pilih saja asia. Karena indonesia tidak ada dalam daftar.


-    Karena disebelumnya kita memilih other, kita diminta kembali untuk memberikan tahukan lokasi kita. Untuk ini kalian bisa memilih indonesia sebagai lokasi kalian.


-    Setelah itu kita akan diminta untuk mendeteksi layout keyboard yang kita pakai. Saya pilih no untuk ini.

-    Kemudian kita akan diminta untuk mengkonfigurasi keyboard yang kita pakai. Pilih saja english US. Karena keyboard yang kita pakai adalah QWERTY.


-    Masih pilih english US untuk pilihan ini

-    Setelah melakukanb konfigurasi keyboard, kita akan diminta untuk mengisi hostname dari server yang kita install. Isikan saja sesuai keinginan kalian. Sebagai contoh saya mengisinya dengan nama ubuntu.


-    Setelah itu kita diminta untuk mengisi nama username dan password untuk nantinya login apabila kita sudah selesai melakukan instalasi ubuntu server.isikan sesuai keingininan kalian.




-    Selanjutnya kita akan diminta untuk apakah kita butuh untuk mengenkripsi direktori home kita dan diminta untuk melakukan pengaturan waktu. 



-    Setelah melakukan pengaturan waktu, sekarang kita diminta untuk melakukan partisi harddisk. Di linux berbeda tipe partisi dengan windows, kalau di windows lebih di kenal dengan ntfs sedangkan di linux dikenal dengan ext4 (yang terbaru). Untuk melakukan partisi HDD dilinux. Dibutuhkan ruang untuk direktori “/” dengan tipe “etx4”, kemudian dibutuhkan juga ruang untuk “swap area” sebesar 2x dari memori yang kita pakai, dan sisanya bisa di jadikan untuk partisi ruang “/home” dengan tipe “etx4”. Berikut contoh yang saya lakukan.

















Setelah itu tunggu hingga proses partisi HDD selesai.

-    Di sela-sela proses partisi HDD, kita akan diminta untuk memasukan HTTP proxy, disini kalian bisa kosongkan karena kita tidak memakai HTTP proxy.


-    Kemudian akan kita disuruh memilih apakah ingin melakukan update otomatis atau tidak. Disini saya pilih tidak, karena nantinya kita akan melakukan update secara manual.

-    Setelah itu, kita disuruh memilih service apa yang akan di install secara default oleh ubuntu server, sebagai contoh saya memilih SSH. Karena service yang lain akan kita install secara manual.

Kemudian tunggu hingga proses selesai.

-    Disela sela proses kembali kita diminta untuk apakah ingin menginstall grup boot loader. Sebagai contoh saya meng iya kannya. Karena boot loader sangat berperan penting dalam hal melakukan booting awal.


-    Kemudian proses akan segera berlanjut kembali. Nanti setelah selesai kalian akan diminta untuk mengeluarkan cd isntalasi pada saat sebelum melakukan restart.

-    Setelah dikeluarkan cd instalasi maka komputer akan merestart. Dan pada saat awal kalian diminta memasukan username dan password yang kalian buat pada awal instalasi tadi.

-    Lakukanlah apt-get update dan apt-get upgrade setelah instalasi selesai