Monthly Archives: August 2013

[Lab 4] : DHCP SERVER – Packet Tracer

Perkenalan 

DCHP server merupakan salah satu service server yang digunakan untuk mengalokasikan IP address ke client dalam satu jaringan. Service ini sangatlah berguna dalam pendistribusian IP dalam bentuk skala jaringan yang besar. Sekarang kita akan mencoba membuat DHCP server dengan menggunakan aplikasi Packet Tracer.

Topology


Hardware

- 2 buah PC
- 1 buah Switch
- 1 buah Server
- 3 buah Cable Straigh

IP Address

- Server : 192.168.1.254/24
- Client  : DHCP 



Konfigurasi

1. Pertama, buka aplikasi Packet Tracer

2. Kedua, Kemudian pilih End Devices → PC-PT untuk client dan Server-PT untuk server. Sesuaikan dengan kebutuhan hardware yang sudah ditentukan. Pilih Switches → Switch-generic untuk memilih switch yang digunakan. 


3. Ketiga, Kemduian pilih Connections → Straight untuk memilih kabel. Lalu hubungkan masing-masing devices dengan kabel tersebut hingga menjadi seperti berikut :

 
4. Keempat, Setelah menghubungkan devices dengan kabel, sekarang klik pada server 1x makan akan terbuka interfaces baru, pilih Config → FastEthernet lalu masukan IP address server yang sudah ditentukan.



5. Kelima, Setelah melakukan configurasi pada server. Sekarang kita akan melakukan config ip address di sisi client. Klik client 1x pilih Desktop → Ip Configuration, setelah itu pilih DHCP. Tunggu hingga muncul IP address. Lakukan hal yang sama untuk client yang satnya lagi.



6. Keenam, setelah itu lakukanlah ping ke server dan ke sesama client. Apabila mendapatkan reply maka konfigurasi kalian berhasil.




[Lab3] : LAN WITH WIRELESS CONNECTION

Perkenalan
LAN atau Local Area Network adalah jaringan computer terkecil yang luasnya hanya dalam lingkup ruangan/gedung. LAN memiliki beberapa jenis, yaitu Peer-To-Peer dan Client-Server. Peer-To-Peer adalah 2 buah computer yang terhubung dan saling berkomunikasi satu sama lain, sedangkan client server adalah server yang memberikan service dan client yang menerima service. Sesuai dengan judul kita akan membuat Peer-To-Peer dengan menggunakan wireless connection.

Hardware
- 2 buah LAPTOP
- 1 buah Access Point
- 2 buah Wireless Interface Card 

Topology


Pengalamatan IP
- PC A 
IP Address : 192.168.1.1
Subnetmask : 255.255.255.0

- PC B 
IP Address : 192.168.1.2
Subnetmask : 255.255.255.0

Konfigurasi LAN
1. Buka Packet Tracer 

  
2. Pilih end device -> Laptop generic. Kemudian pilih Wireless Device -> Access Point. 


3. Setelah memilih device, sekarang kita ganti NIC dengan WIC. Klik pada laptop0 untuk menggantinya. 


Matikan laptop, lalu ganti NIC dengan module Linksys WPC300N dengan cara drag NIC ke module lalu drag WIC ke dalam laptop. 

Nyalakan kembali laptop dan lakukan hal yang sama untuk laptop yang satu lagi hingga menjadi seperti ini :


4. Setelah menghubungkan dengan wireless, klik Laptop 1x. Lalu pilih Desktop -> Ip Configuration. 

Lakukan hal yang sama untuk Laptop yang satunya, tapi bedakan ip addressnya. 

5. Lakukan ping setelah melakukan konfigurasi IP. Pilih Desktop -> Command Prompt


Apabila ada balasan seperti diatas maka konfigurasi berhasil. 

[Lab 2] : LAN WITH STRAIGHT CABLE

Perkenalan
LAN atau Local Area Network adalah jaringan computer terkecil yang luasnya hanya dalam lingkup ruangan/gedung. LAN memiliki beberapa jenis, yaitu Peer-To-Peer dan Client-Server. Peer-To-Peer adalah 2 buah computer yang terhubung dan saling berkomunikasi satu sama lain, sedangkan client server adalah server yang memberikan service dan client yang menerima service. Sesuai dengan judul kita akan membuat Peer-To-Peer dengan menggunakan cable straight.

Hardware
- 2 buah PC
- 1 buah Switch
- 1 cable Straight 

Topology


Pengalamatan IP
- PC A 
IP Address : 192.168.1.1
Subnetmask : 255.255.255.0

- PC B 
IP Address : 192.168.1.2
Subnetmask : 255.255.255.0


Konfigurasi LAN
1. Buka Packet Tracer 

  

2. Pilih end device -> PC generic untuk memilih host, untuk memilih switch pilih Switches -> Switches generic. 


3. Pilih Connection -> Cable Straight. Klik lalu arahkan ke PC0 kemudian pilih fastethernet. Lakukan hal yang sama untuk PC1.

4. Setelah menghubungkan dengan kabel, klik PC 1x. Lalu pilih Desktop -> Ip Configuration. 

Lakukan hal yang sama untuk PC yang satunya, tapi bedakan ip addressnya. 

5. Lakukan ping setelah melakukan konfigurasi IP. Pilih Desktop -> Command Prompt


Apabila ada balasan seperti diatas maka konfigurasi berhasil. 

[Lab 1] : LAN WITH CROSS-OVER CABLE

Perkenalan
LAN atau Local Area Network adalah jaringan computer terkecil yang luasnya hanya dalam lingkup ruangan/gedung. LAN memiliki beberapa jenis, yaitu Peer-To-Peer dan Client-Server. Peer-To-Peer adalah 2 buah computer yang terhubung dan saling berkomunikasi satu sama lain, sedangkan client server adalah server yang memberikan service dan client yang menerima service. Sesuai dengan judul kita akan membuat Peer-To-Peer dengan menggunakan cable cross.

Hardware
- 2 buah PC
- 1 cable cross over 

Topology


Pengalamatan IP
- PC A 
IP Address : 192.168.1.1
Subnetmask : 255.255.255.0

- PC B 
IP Address : 192.168.1.2
Subnetmask : 255.255.255.0

Konfigurasi LAN
1. Buka Packet Tracer 

  
2. Pilih end device -> PC generic


3. Pilih Connection -> Cable Cross-over. Klik lalu arahkan ke PC0 kemudian pilih fastethernet. Lakukan hal yang sama untuk PC1.

4. Setelah menghubungkan dengan kabel, klik PC 1x. Lalu pilih Desktop -> Ip Configuration. 


Lakukan hal yang sama untuk PC yang satunya, tapi bedakan ip addressnya. 

5. Lakukan ping setelah melakukan konfigurasi IP. Pilih Desktop -> Command Prompt


Apabila ada balasan seperti diatas maka konfigurasi berhasil. 

Pengalamatan IP (IP Address) Versi 4

Assalamualaikum WR WB

Selamat siang para blogger semua. 

Siang hari ini saya akan menjelaskan tentang apa itu IP address. IP address merupakan sebuah alamat unik yang digunakan untuk mengidentifikasi alamat tiap tiap host yang ada pada jaringan komputer. IP Address saat ini terdapar dua versi, yaitu IPv4 dan Ipv6. 

IPv4

Alamat IP versi 4 memiliki rentang atau panjang 32-bit, dimana 32-bit dibagi menjadi 4 bagian atau oktet. IPv4 itu sendiri mampu menampung hingga 4 miliar host diseluruh dunia. sehingga apabila kuota dari ip versi 4 sudah melewati batas maka akan di pindahkan ke ip versi 6 yang terbaru. ip versi 4 ini masih banyak di gunakan oleh manusia untuk mengindentifikasikan alamat pada tiap host di jaringan lokal maupun interlokal. 

Reprensentasi Alamat IPv4

IPv4 itu sendiri memiliki panjang 32-bit, dimana 32-bit tersebut dibagi menjadi 4 bagian/oktet. Setiap oktet memiliki panjang 8-bit, sehingga bisa dipresentasikan seperti ini : xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx. Didalam IPv4 terdapat yang namanya Network Address dan Host Address. Network Address digunakan untuk mengetahui alamat network dari suatu ip address, sedangkan untuk Host Address digunakan untuk mengetahui alamat host dari suatu ip address. 

Jenis-Jenis IPv4

IPv4 memiliki 2 jenis, yaitu Classfull Address dan Classless Address. 

1. Classfull Addressing

Jenis ini membagi ipv4 kedalam beberapa kelas, yaitu kelas A, B, C, D, E. Tetapi saya akan membahas kelas A sampai dengan kelas C, karena 3 kelas itu yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

- Class A

ipv4 dalam kelas ini memiliki 8-bit untuk network address dan sisanya 24-bit untuk host address. Class ini biasanya digunakan untuk jaringan dengan kebutuhan host yang sangat banyak. 

format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
NetID : 8-bit
Host ID : 24-bit
Range : 1 - 127
Subnet : 255.0.0.0 /8

- Class B

Ipv4 dalam kelas ini memiliki 16-bit untuk network dan 16-bit untuk host. Class ini digunakan untuk jumlah host yang tidak cukup besar. 

format : 10NNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
NetID : 16-bit
HostID : 16-bit
Range : 128 - 191
Subnet : 255.255.0.0 /16

- Class C 

Ipv4 dalam kelas ini memiliki 24-bit network dan 8-bit host. Kelas ini biasa digunakan dalam lingkup sekolah, kampus atau perkantoran yang tidak membutuhkan jumlah host yang besar dalam jaringannya. 

format : 110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH
NetID : 24-bit
HostID : 8-bit
Range : 192 - 223
Subnet : 255.255.255.0 /24

2. Classless Addressing

Classless Addressing berbeda dengan classfull addressing yang membedakan ip menjadi beberapa kelas. Classless tidak membagi ip kedalam beberapa kelas, karena dalam implementasinya tidak bergantung dari subnet yang ada seperti classfull. Classless menggunaka metode prefix untuk menentukan blok subnet yang digunakan, jadi tidak berpatok seperti classfull yang sudah di tentukan. 

Classless addressing menggunakan metode CIDR (Classless Inter-Domain Routing) untuk mencari prefix yang tepat untuk alokasi ip untuk setiap jaringan. Dengan adanya CIDR tidak adalagi host yang terbuang percuma. 

Jenis-Jenis Alamat IPv4

1. Alamat Unicast

Alamat ini digunakan untuk proses pengiriman dari 1 host ke host yang lain, atau dengan kata lain proses pengirimian secara point to point. 

2. Alamat Multicast

Alamat ini digunakan untuk proses pengiriman dari 1 host ke sejumlah host yang ada. 

3. Alamat Broadcast

Alamat ini digunakan untuk proses pengiriman dari 1 host ke semua host yang ada di dalam jaringan. 

Sekian penjelasan saya tentang IP Address versi 4. semoga tulisan saya bisa berguna untuk para pembaca semua. 

Wassalamualaikum WR WB 

[Solved] TUN/TAP error :: cat: /dev/net/tun: No such file or directory

enable-tun-tap

Jika Anda mencoba untuk menggunakan program VPN seperti OpenVPN atau Hamachi pada VPS Anda, Anda mungkin akan menerima pesan error seperti ini:

Note: Cannot open TUN/TAP dev /dev/net/tun: Permission denied (errno=13)
Note: Attempting fallback to kernel 2.2 TUN/TAP interface
Cannot open TUN/TAP dev /dev/tun0: No such file or directory (errno=2)

TUN / TAP perangkat tidak diatur secara default pada VPS Anda.

Dalam hal ini, silahkan TUN/TAP anda aktif atau tidak, Anda akan mendapatkan error seperti berikut

# cat /dev/net/tun cat: /dev/net/tun: No such file or directory

jika anda mengalami kendala tersebut, silahkan kontak penyedia VPS anda.
dalam hal ini saya sendiri penyedianya, hehehe :p

# mkdir -p /dev/net
# mknod /dev/net/tun c 10 200
# chmod 600 /dev/net/tun

* Jika Anda menerima pesan error cat: /dev/net/tun: File descriptor in bad state TUN/TAP anda siap digunakan.

* Jika Anda menerima pesan cat: /dev/net/tun: No such device kembali, berarti anda harus mengechek ulang TUN/TAP karena tidak berhasil dibuat.

Pastikan tun module telah sudah dimuat di hardware node anda

lsmod | grep tun

jika belum aktif, silahkan aktifkan menggunakan perintah

modprobe tun

jika anda ingin mengaktifkan TUN/TAP pada 1 kontainer VPS saja, caranya adalah

Note: misal CTID=101

vzctl set 101 --devnodes net/tun:rw --save
vzctl set 101 --devices c:10:200:rw --save
vzctl set 101 --capability net_admin:on --save
vzctl exec 101 mkdir -p /dev/net
vzctl exec 101 mknod /dev/net/tun c 10 200
vzctl exec 101 chmod 600 /dev/net/tun

Semoga bisa dimengerti dan membantu anda :)

How to Check and Repair a Database

Bagaimana memeriksa tabel Anda

  1. login ke cPanel anda
  2. klik icon phpMyAdmin
  3. Pilih database yang Anda dengan dengan mengkliknya pada menu sebelah kiri
  4. Di sisi kanan halaman, Anda akan melihat daftar tabel Anda. Klik “Check All” dan kemudian lihat dari drop down menu seperti pada gambar dibawah ini

phpMyAdmin_check_tables Bagaimana Cara memperbaiki tabel Anda

    1. Login ke cPanel
    2. Klik ikon phpMyAdmin
    3. Pilih database Anda dengan dengan mengkliknya di menu sebelah kiri
    4. Di sisi kanan halaman, Anda akan melihat daftar tabel Anda. Klik “Check All” dan kemudian klik menu drop down pilih “Repair Table” seperti gambar dibawah ini

phpMyAdmin_repair_tables
Halaman akan otomatis refresh dan memberi Anda ringkasan tabel yang telah diperbaiki.

atau kalau dari terminal:
Untuk recover

find /var/lib/mysql -name '*.MYI' -exec myisamchk -r {} \;

dan jalankan Untuk safe-recover

find /var/lib/mysql -name '*.MYI' -exec myisamchk -o {} \;

Semoga membantu :D

Mengatasi Httpd/ Apache Hang Pada Server anda

webserver
Anda yang menggunakan VPS (unmanaged) untuk hosting web anda sendiri tentu harus mengatasi sendiri jika ada masalah. Sebagai contoh adalah ketika web Anda jadi lambat diakses atau RTO.

Hal ini bisa disebabkan karena apache Anda ngehang. Anda bisa cek hal ini dengan login ke whm, lalu di “apache status” akan tertera tulisan warna merah yang artinya apache Anda tidak jalan.

Ikuti langkah berikut :

1. Login ke SSH via putty

2. Ketik :

grep -i maxclient /usr/local/apache/logs/error_log

atau

tail -f /var/log/httpd/error_log

Jika muncul seperti ini :

[Fri Aug 02 06:59:37 2013] [error] server reached MaxClients setting, consider raising the MaxClients setting

itu artinya server anda sudah mencapai setting MaxClients, sehingga Anda harus menaikkan MaxClients dan ServerLimit di global setting apache

3. Di WHM, klik Apache Configuration > Global Configuration. Pada MaxClients dan ServerLimit ubah menjadi : 512

4. Klik tombol “Save“, lalu klik tombol “Rebuild Configuration and Restart Apache

 

Tips : Agar Anda bisa langsung mendapat notifikasi via email jika http request error, sebaiknya Anda daftarkan domain Anda di uptimerobot.com (gratis).